Waduk Jatiluhur, apa dan mengapa???apa seh

•April 27, 2011 • Leave a Comment

Bismillah,,

Kemarin2 sempat heboh perkara waduk jatiluhur yang katanya bakalan ambruk…

Tapi,, benarkah???

Sempet disinggung waktu kuliah Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) sama Pa Rastihat, bagaimana dan seperti apa sebenarnya jatiluhur itu. Okey, ni peta sungai Citarum yang dibendung oleh 3 macam bendungan, yakni Saguling, Cirata, dan Jatiluhur

waduk cascade

(sumber : slide pa Rastihat)

Trus,,trus.. .

ya, waktu kemarin kulap, aku cuman sempat ke Cirata dan Jatiluhur, Waduk di Cirata berfungsi untuk pembangkit listrik tenaga air. Nah kalau di Jatiluhur, selain untuk pembangkit listrik, air dari waduknya juga dipake buat irigasi dan air minum orang-orang di Jakarta sana. (katanya seh gitu, seingatku dosenku yang ngasi tau kayak gitu)

kulap cirata(foto bareng ami di Cirata, keliatan ga ya bangunan pelimpah di belakang??? Ami yang pake baju menwa tuh, hehe.

tunggu ceritaku tentang resimen, di episode berikutnya ^^)

Lha, hehe, balik lagi ya ke topik tadi.

Sebenernya ada apa seh sama jatiluhur?? bener waduknya bakalan bocor, hancur, amblas, blas, duar???

Mari kita liat kasusnya, akhir-akhir ini memang curah hujan di Bandung utamanya meningkat drastis. Sangat banyaaaak kiriman air hujan dari langit, sampai banyak sekali yang tekena banjir. Such as, baleendah mengalami banjir terparah sepanjang sejarah, taman ganesa yang berubah menjadi situ ganesa, hehe. Nah, secara otomatis, berhubung Bandung berada di DAS (Daerah Aliran Sungai Citarum) so secara otomatis, air ‘bah’ itu bakalan pergi sesuai jalannya ke Citarum, mangkanya air yang ada di sungai itu mulai bertambah.

Ehm,,ehm,, trus gimana dengan nasib bendungannya??

baiklah, kembali pada pa Rastihat, beliau dengan gaya mengajarnya yang khas, menerangkan pada kami sebenarnya masalah jatiluhur itu bukan bendungannya yang terancam jebol, tapi karena memang itu salah satu tindakan preventif supaya si tanggul tidak jebil. Maksudnya ‘tindakan itu’ adalah dengan membiarkan air melimpas masuk ke spillway (apalagi pula ni?? tunggu dulu ya penjelasannya) dan mengakibatkan banjir di perumahan penduduk.

Nah, jadi pertanyaannya, apakah si waduk atau bendungan itu aman??

Kalo itu seh,, nampaknya aman-aman saja.

Oya,,kenapa emang??

Liat deh, peta diatas tadi, kenapa jatiluhur ini bisa dikategorikan desain bendungan yang lumayan aman??

1st yang membendung sungai Citarum ini ada 3 macam bendungan : Saguling, Cirata, Jatiluhur dan kerennya Jatiluhur berada di paling hilir. Itu berarti Jatiluhur menerima ‘sisa’ air dari hulu, karena air udah banyak ‘dicegat’ oleh Saguling dan Cirata.

Kemudian, di jatiluhur ada yang namanya spillway (nah, ni dia) berbentuk lubang yang bisa membuang air di waduk jikalau ketinggian nya diatas normal. Kalau di jatiluhur, bentuk spillwaynya tidak hanya sebuah lubang, tapi ada juga pembangkit listrik dan hollow jet (yang ini berfungsi untuk mengizinkan air yang ada di bawah untuk membuang air dalam jumlah yang besar) namanya adalah morning glory. Mungkin karena terlihat seperti mentari pagi kalau dilihat dari atas (hehe, ni mah ngarangnya khristya ja). Si morning glory ni merupakan pertahanan yang cukup ampuh untuk tetap mempertahankan keutuhan waduk jatiluhur.

(kira-kira seperti ini lah gambaran spillway, gambar lengkapnya belum didapat ^^)

(nah, bangunan yang dibelakang itu namanya morning glory, ni foto bareng pa Joko dosen Irigasi dan temen2 seperjuanganku…)

Kemudian, pada barisan pertahanan terakhir ada yang namanya pintu air ubrug atau side dam.

WOW,,wow,,apaan tuh??

tenang, tenang, pintu air ubrug/side dam merupakan sebuah istilah dam di samping (hehe). Fungsinya sebagai bendungan samping untuk membuang air yang berlebihan. Liat di gambar atas deh, ada side dam disana. jika pada suatu kasus khusus air di waduk sangat banyak, baru deh side dam digunakan. Cara menggunakannya adalah dengan DILEDAKKAN! Iya beneran, katanya lho ya, hehe. Pintu itu diledakkan dengan dinamit, ga ngerti bagaimana caranya kalau itu. Yang jelas kalau seandainya itu terjadi, konsekuensinya, kampung alias desa alias perumahan yang ada diantara Citarum dan sungai disebelahnya akan ludes habis tersapu air. Jadi memang harus dipikirkan sangat baik dan sangat matang kalau mau melakukannya.

Lha, buat apa ada side dam? kalo toh ternyata waduk jatiluhur lumayan aman apalagi ditambah morning glory??

Ini seh ide perancangnya. Waduk Jatiluhur dibuat sekitar tahun 50an oleh orang Prancis. Nah, disana tuh (saat itu) ada kejadian bukit di sekitar waduk ancur, dan tanahnya membanjiri waduk, walhasil air di waduk bertambah, dan itu mengakibatkan waduk disana jebol. Nah, barangkali mas-mas yang dari Prancis itu ga mau kejadian sama terulang di Indonesia. Mangkanya untuk jatiluhur ada deh side dam. Liat balik ke peta deh, di sekitar jatiluhur juga banyak bukit soalnya. . .

Sekedar informasi, puncak pelimpah jatiluhur yang direncanakan awalnya adalah 107 m. Tapi, waktu kemarin ketinggian airnya mencapai 108,45 m. Berarti ada kelebihan ketinggian air sebanyak 1,45 m. Kebayang kan dampaknya bakalan banjir seperti apa.

Intinya seh, banjir segitu masih tergolong bisa sedikit ditorelir, daripada side dam yang dihancurkan?? hehe,,

ya kesimpulan berada di tangan pembaca masing-masing (eh di pikiran maksudnya)

(kliatan kan morning glory nya?? seperti mentari pagi yang bersinar)

Tulisan ini berdasarkan apa yang penulis ingat saat mengikuti kuliah baik di lapangan maupun di kelas. ya semoga memang informasi yang ditangkap benar adanya. Dan ditulis ulang dengan kemampuan yang masih perlu banyak latihan. Hanya penulis berharap semoga berguna untuk semua. Setiap masalah itu perlu dikaji dan dicari solusinya (ops, kepanjangan neh penutup nya.. yu ah caw!)

PS. Foto-fotonya bersumber dari yang lain, entah itu slide dosen ataupun kamera orang lain, hehe.

_Wallahualam_

katakan selamat datang

•November 24, 2009 • 2 Comments

..dan ketika aku tersadar dari sebuah lamunan

akupun selalu bertanya pada kalian

sampai kapan kalian diam?

tapi kalian tidak pernah menjawab,

yang ada hanya gedung-gedung tinggi dan jembatan panjang terlihat

tahukah kamu? mereka hanya diam

semua menjadi saksi bisu atas berbagai peristiwa

tapi biarlah kamu menyimpan semua kenangan itu

aku hanya ingin memberitahu semua

bahwa kamu tahu segalanya

dan katakan pada mereka

selamat datang

karena kamu tidak pernah diam lagi

selamanya. . .

 

katakan pelbagai hal kepada mereka!

Hello world!

•November 24, 2009 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.